Jumat, 26 November 2021 – 18:10 WIB

VIVA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas buka suara terkait polemik kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang cuma naik 1 persen pada 2022.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan timnya, rata-rata kenaikan UMP pada dasarnya optimal di level 5 persen.

Dengan besaran itu, dia menekankan, dapat mendorong konsumsi masyarakat hingga sebesar Rp180 triliun per tahun. Artinya, lanjut Suharso, pada akhirnya yang diuntungkan adalah pengusaha juga.

“Kami di Bappenas menghitung kalau naiknya saja rata-rata bisa 5 persen itu akan memompa disposal pengeluaran dari menambah konsumsi itu kira-kira sama dengan Rp180 triliun per tahun,” tuturnya di acara OJK, Jumat, 26 November 2021.

demo buruh tuntut dicabutnya PP Pengupahan

demo buruh tuntut dicabutnya PP Pengupahan

Dengan besaran kenaikan UMP tahunan tersebut, dia mengatakan, akan turut memberikan bantalan pertumbuhan konsumsi minimal 5,2 persen. Apalagi konsumsi merupakan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Itu artinya memberikan bantalan pertumbuhan consumption setidak-tidaknya 5,2 persen. Jadi kalau 56 persen saja dari GDP kita itu adalah consumption kenaikan itu saja 2,3 persen sudah ada di tangan. Apalagi PPN akan naik 1 persen, ini saya kira perlu dipikirkan,” tegas dia.



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *