Jumat, 26 November 2021 – 06:50 WIB

VIVA – Tahanan kasus pelecehan seksual bernama Hendra Syahputra tewas di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polrestabes Medan, Rabu 23 November 2021. Atas kejadian itu, keluarga Hendra menuntut keadilan. Karena, diduga terjadi penganiayaan terhadap korban.

Kini, jasad korban dilakukan autopsi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Kota Medan guna untuk proses penyelidikan atas kematian Hendra. Dengan sekujur tubuh mengalami luka diduga dianiaya secara beramai-ramai.

“Pelipisnya pecah, mata bengkak kanan dan kiri, punggung hancur, lebam kaki sebelah kirinya, sepertinya patah. (Juga ada) Tusukan seperti bakaran api rokok dan lebam, di seluruh punggung belakang,” kata Adik kandung korban, Hermansyah kepada wartawan di Medan, Kamis 24 November 2021.

Hendra berstatus tahanan sejak Jumat, 12 November 2021 dalam perkara dugaan pelecehan seksual kepada remaja perempuan. Kasus ini, ditangani oleh Unit Perlindungan Prempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan.

Keluarga korban dilaporkan juga membuat laporan ke Bidang Propam Polda Sumut. Karena, ada dugaan kelalaian dan keterlibatan oknum petugas kepolisian yang menjaga RTP Polrestabes Medan itu.

“Kami tidak terima ini, kami melakukan upaya hukum dengan cara melakukan autopsi pada tubuh abang saya dan membuat laporan ke Polda Sumut,” ujar Hermansyah.

Hermansyah mengatakan pihak keluarga akan menyurati Kapolri dan pihak terkait untuk mencari keadilan atas kematian Hendra dengan kondisi yang tidak wajar tersebut.



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *