Jumat, 26 November 2021 – 17:42 WIB

VIVA – Tim Densus 88 Antiteror Polri menyebut yayasan pendana jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) diduga mengantongi keuntungan sampai Rp70 miliar dalam setahun. Namun, hal ini belum bisa dibuktikan Densus karena mekanisme pendanaan jaringan yang terputus.

“Ada yang bilang (keterangan tersangka) bisa sampai Rp70 miliar setahun sebenarnya (keuntungan). Tapi kami tidak punya bukti itu dalam konteks pemeriksaan laporan begitu,” kata Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar, saat dikonfirmasi pada Jumat, 26 November 2021.

Penggerebeka terduga teroris di Condet. (Foto ilustrasi).

Penggerebeka terduga teroris di Condet. (Foto ilustrasi).

Tak Ada yang Tercatat

Menurut dia, pengumpulan dana yang dilakukan jaringan teroris hampir tidak ada yang tercatat dalam laporan keuangan yang sah. Meskipun, kata dia, pengelolaan dana dilakukan oleh yayasan seperti Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman bin Auf.

“Kalau yang kita tahu sistem sel terputus atau sistem pengumpulan dana tidak dilaporkan dari bentuk transfer atau lainnya,” ujarnya.

Baca juga: Densus 88 Kini Buru Otak Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *