Jumat, 26 November 2021 – 10:13 WIB

VIVA – Tertawa merupakan salah satu aktivitas yang akrab dalam kehidupan keseharian manusia. Tertawa merupakan sebuah bentuk atau ungkapan biasanya menandai hal-hal yang sifatnya lucu.

Tertawa menjadi sebuah patokan bagaimana kondisi psikologis seseorang. Dijelaskan juga bahwa hidup manusia di dunia hanya sekedar sementara dan tidak bolehlah terlalu berlebihan.

“Ketawa boleh, tersenyum boleh, Rasul sendiri juga begitu.. cuma yang kebanyakan itu yang tidak boleh, terus menerus, itu yang dilarang. Yang tertawa aja, tiap ngobrol mencari bahan biar orang tertawa,” ungkap Mama Dedeh dalam video ‘Rumah Mamah Dedeh’ di channel YouTube VDVC Religi.

“Berpikir gimana caranya tiap ngomong biar orang ngakak orang ketawa, itu yang dilarang dalam Islam, tertawa yang berlebihan akan mematikan hati kita. Makanya jangan berlebihan,” lanjutnya dalam memberikan tausiyah dalam tema: ‘Tertawa Berlebihan’.

Lantas bagaimana cara mensiasati agar kita dapat mengelola rasa bahagia dan kegembiraan dengan cara yang tidak berlebihan?

“Yang harus kita ketahui, ketenangan batin kebahagiaan kita tidak diukur dengan ‘hanya bercanda yang terus-menerus’, dengan ‘hanya tertawa yang sangat banyak’ tapi ketenangan batin kita diturunkan oleh Allah dengan Keimanan kita,” ucap Mamah Dedeh.

“Makanya, jangankan kita, Nabi besar kita Muhammad SAW pun dia tersenyum, dia kadang tertawa, dia kadang bercanda, artinya dibolehkan. Jadi biar hidup kita nggak terlalu bete, nggak terlalu jenuh, nggak monoton, ada selang-seling. Kadang tersenyum, kadang tertawa, kadang kita bercanda itu boleh,” ujar Mamah Dedeh.



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *