Jumat, 26 November 2021 – 10:44 WIB

VIVA – Di tengah gelombang ketiga COVID-19 yang melanda sejumlah negara di dunia. Kini diketahui muncul varian baru yang mengkhawatirkan, dan diperkirakan lebih buruk daripada varian Delta.

Seorang ahli virologi di Imperial College London, Dr Tom Peacock awal bulan ini telah memberikan warning tentang varian B. 1.1529. Peacock juga mengungkapkan dalam serangkaian tweetnya, strain, yang pertama kali terdeteksi di Botswana pada 11 November ini, memiliki profil mutasi lonjakan yang sangat mengerikan dan jumlah mutasi lonjakan yang sangat tinggi menunjukkan ini bisa menjadi perhatian nyata. 32 mutasi lonjakan itu membuatnya, karena itu berarti akan lebih sulit vaksin COVID-19 yang ada untuk memerangi jenis baru.

Bahkan, koordinator Gugus Tugas COVID-19 Kepresidenan Botswana,Kereng Masupu, telah mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan varian baru itu telah ditemukan pada orang yang divaksinasi di negara tersebut.

Dalam beberapa hari setelah penemuan, kasus telah menyebar ke Afrika Selatan dan Hong Kong, dan sekarang ada kekhawatiran serius karena infeksi itu menembus Afrika Selatan dengan kecepatan 1000 kasus per hari.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan kepada wartawan Jumat pagi ini bahwa varian itu sedang diselidiki dan belum menjadi varian yang menjadi perhatian meskipun itu bisa berubah.

“Semua varian ini kami pantau, kami catat tanggapan yang dibuat oleh negara lain dan kami pertimbangkan secara real time. Yang lebih penting adalah perlindungan terbaik terhadap varian apa pun, adalah vaksinasi,” kata dia seperti dikutip dari laman news.com.au.

Peringatan mendesak



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *