Kamis, 25 November 2021 – 18:37 WIB

VIVA –  Pameran Indonesia Electric Motor Show atau IEMS 2021 yang diadakan di Serpong, Tangerang Selatan dimeriahkan dengan berbagai acara. Termasuk, bincang-bincang dengan narasumber terkait pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Salah satu topik yang dibahas, yakni terkait konversi dari motor biasa menjadi motor listrik. Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 65 tahun 2020, program itu dibuat untuk mendukung percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Jadi, para pemilik sepeda motor yang ingin jantung pacu kendaraannya agar lebih ramah lingkungan bisa mesin berbahan bakar dengan dinamo listrik, lengkap dengan peralatan pendukung seperti baterai dan sistem manajemen pengisian daya.

Namun, konversi tersebut harus melalui proses uji tipe di tempat-tempat yang sudah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Perhubungan. Direktur Sarana Perhubungan Darat Kemenhub, M Risal Wasal mengatakan bahwa saat ini sudah ada tiga lokasi yang diberi izin.

Ilustrasi sepeda motor yang dikonversi jadi kendaraan listrik

Ilustrasi sepeda motor yang dikonversi jadi kendaraan listrik

Lokasi yang dimaksud adalah Braja Elektrik Motor yang berlokasi di Surabaya, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Bogor, serta bengkel Elders Garage yang berada di Jakarta Selatan.

Sayangnya, sampai saat ini Kemenhub belum memiliki standar resmi untuk pengujian hasil konversi motor listrik tersebut. Itu sebabnya, ia meminta masukan pada Badan Riset dan Inovasi Nasional.



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *