Jumat, 26 November 2021 – 17:34 WIB

VIVA – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, memamerkan unjuk kerja Alat Pemeriksa Laik Fungsi Kendaraan Bermotor Non-Statis, atau yang dikenal sebagai Alat Uji KIR Kendaraan Keliling, di kantor Kementerian Perhubungan Jakarta hari ini.

Dia memastikan, pengoperasian Alat Uji KIR Kendaraan Keliling tersebut nantinya akan menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan pemasukan ke pajak daerah.

“Dengan sekarang menggunakan kartu (e-Blue) ini (bukan lagi buku KIR), ada PNBP Rp25.000 per kendaraan untuk masuk ke negara melalui Dirjen Perhubungan Darat,” kata Budi di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat 26 November 2021.

“Dan untuk (tarif) pelayanannya nanti masuk ke Pemerintah Kabupaten/Kota, jadi itu nanti sebagai pajak daerah,” ujarnya.

Meksi belum menentukan berapa tarif yang akan dikenakan untuk penggunaan alat uji KIR kendaraan keliling tersebut, namun Budi memastikan bahwa dua macam output yang dihasilkan dari pengujian laik fungsi kendaraan menggunakan alat ini.

Alat KIR keliling.

Pertama adalah, jika dulu hasil pengujian laik fungsi kendaraan menggunakan buku KIR, maka sekarang Kemenhub akan menggantinya dengan format kartu. “Di dalam kartu ini ada chip-nya, dan di dalam chip ini isinya menyangkut masalah data kendaraan yang telah diuji laik fungsi tersebut,” kata Budi.



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *