Jumat, 26 November 2021 – 08:32 WIB

VIVA – Sebanyak 11 exim bank di kawasan Asia dan Oceania bersama dengan observer tetap yaitu Asian Development Bank, mengadakan Pertemuan tahunan ke 26th Asian Exim Bank Forum (AEBF) awal bulan ini secara virtual. Tahun ini pertemuan itu digelar oleh Türk Eximbank menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan acara annual meeting. 

Direktur Pelaksana III LPEI, Agus Windiarto mengungkapkan, dalam forum tersebut diskusi dengan 11 pimpinan exim bank negara sahabat difokuskan pada dampak COVID-19 terhadap arus perdagangan dan investasi di Asia. Kemudian bagaimana cara mengatasinya. 

Dalam pemaparannya Pemerintah Indonesia melakukan beberapa langkah sebagai upaya Pemulihan Ekonomi Nasional. Dengan fokus pada lima aspek yaitu: kesehatan, social protection, program prioritas, dukungan pada pelaku usaha, dan pemberian insentif bisnis.

“Indonesia Eximbank terlibat dalam beberapa program Pemerintah seperti Penjaminan Korporasi Pemerintah (JAMINAH), Program Investasi Pemerintah, dan Pembiayaan pada sektor strategis yang terdampak COVID-19,” ujar Agus dikutip dari keterangannya, Jumat 26 November 2021. 

“Selain itu LPEI juga menerima penugasan khusus Pemerintah untuk pengembangan sektor pariwisata, penugasan khusus kawasan, UKM, trade finance, dan alat transportasi,” tambahnya.

Para pimpinan Exim Bank lanjut Agus, memiliki pandangan yang sama bahwa perekonomian dunia yang mulai menunjukkan perbaikan. Anggota AEBF pun perlu memperkuat kerja sama dalam menghadapi pasca pandemi.

Sementara itu, Chief Executive Officer Turk Eximbank Ali Guney menyampaikan, ada pelajaran penting yang dapat dipetik dari pandemi. Yaitu adalah pentingnya memperhatikan aspek sustainability, green finance, produk inovatif.



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *