Jumat, 26 November 2021 – 10:19 WIB

VIVA – Menteri BUMN Erick Tohir mengingatkan bahwa dunia kini menghadapi era disrupsi dengan tantangan digitalisasi, dari aspek ekonomi, pasar global, dan kesehatan. Karena itu, Indonesia terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi itu.

“Dan kalau kita lihat, di pasar global kemarin, dengan adanya G-20, semua negara di dunia mendorong transformasi,” kata Erick Tohir saat menghadiri forum Economic Outlook 2022 bertajuk “Strengthening Indonesia with Civilized Economic” di kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Kamis, 25 November 2021.

Perkembangan teknologi, katanya, membuat dunia harus mengikutinya dengan disertai inovasi dan kreasi dalam semua bidang. Dia tidak setuju jika supply chain memakai sumber daya alam Indonesia untuk pertumbuhan bangsawan. Indonesia harus menjadi bagian dari pertumbuhan dunia, tetapi pasar dalam negeri harus memenuhi kebutuhan bangsa.

Disrupsi teknologi, menurutnya, sangat menyeramkan: dahulu 10 besar perusahaan di Amerika Serikat berbasis sumber daya alam, tetapi kini tujuh di antaranya berbasis teknologi informasi.

“Artinya, disrupsi ekonomi untuk digitalisasi bukan sesuatu yang bisa dihindari. Kita siap enggak ketika kita booming: generasi muda, bonus demografi kita. Indonesia punya market dan SDA (sumber daya alam). Namun SDM kita menjadi tantangan,” kata Erick.

Dalam mendukung peningkatan kualitas SDM itu, kampus juga harus bertransformasi. Kementerian BUMN membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada para mahasiswa sebagai generasi muda untuk dapat belajar dan berpraktik langsung di dunia industri. 

“Bagaimana generasi muda bekerja diawali vokasi dan training. Kerja sama magang sudah dilakukan. BUMN memiliki banyak sektor, mulai dari perbankan, logistik, telekomunikasi, kita sangat terbuka melakukan itu,” ujarnya.



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *