Jumat, 26 November 2021 – 08:10 WIB

VIVA – Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar mengatakan, pihaknya saat ini sedang fokus memburu penggerak atau otak kelompok teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Sebab, pelaku pengeboman saat beraksi tentu perintah otak tersebut.

“Kami makin naik ke atas, kami sudah jauh dari tangan yang dulunya berlumuran lumpur dengan darah, bagian meledak-meledak, bagian menyerang-menyerang. Sekarang kami naik ke atas ke bagian otak, strategi seperti pendanaan dan lainnya,” kata Aswin di Mabes Polri pada Kamis, 25 November 2021.

Menurut dia, Densus 88 melakukan tindakan dalam setiap penegakan hukum tujuannya untuk mengungkap dan melemahkan jaringan kelompok teroris. Karena, upaya tersebut dilakukan untuk jangka panjang sehingga bisa memerlukan waktu tidak satu atau dua tahun saja.

“Yang jelas, tindakan Densus dalam setiap penegakan hukum berusaha untuk mengikis, membuka, mengungkap, dan melemahkan, sehingga kita arahkan memang ini bisa tertuntaskan,” ujarnya.

Lalu, kata Aswin, kelompok JI melakukan pendanaan lewat kegiatan resmi dan menarik perhatian publik. Seperti sektor pendidikan, hingga pengiriman bantuan ke negara-negara Suriah.

“Sehingga memang tidak kelihatan seperti itu (pendanaan terorisme). Padahal itu adalah bagian dari program atau strategi untuk meraih simpati masyarakat,” jelas dia.

Disatu sisi, Aswin mengaku prihatin karena reaksi masyarakat yang menilai Densus 88 melakukan kriminalisasi ulama dan zalim lantaran menangkap Ustaz Farid Okbah dan Ahmad Zain An-Najah. Padahal, Densus menangkap pelaku sesuai bukti permulaan yang cukup.



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *