Jumat, 26 November 2021 – 15:02 WIB

VIVA – Guru Besar Hukum Tata Negara (HTN) Denny Indrayana ikut mengomentari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 91/PUU-XVIII/2020 (Putusan MK 91) atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang pada dasarnya menyatakan UU tersebut inkonstitusional bersyarat. Putusan tersebut diketok pada Kamis kemarin, 25 November 2021.

Menurut Denny, putusan Majelis konstitusi sangat ambigu dan terkesan tidak konsisten. Hal itu, kata dia, juatru akan menimbulkan perselisihan dalam implementasinya.

“Melakukan uji formil dengan Putusan MK 91, yaitu menilai keabsahan prosedur pembuatan undang-undang, bukan terkait isinya, Mahkamah pada awalnya terkesan tegas ketika menyatakan bahwa UU Ciptaker bertentangan dengan UUD 1945, karena tidak sejalan dengan rumusan baku pembuatan undang-undang,” kata Denny dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 26 November 2021.

Namun, lanjut mantan Wamenkumham itu, karena alasan memahami alasan “obesitas regulasi” dan tumpang tindih antar UU, MK sepertinya memberi permakluman inkonstitusionalitas dengan diberi masa toleransi paling lama 2 tahun. Jika dalam dua tahun itu tak dilakukan pembuatan berdasar landasan hukum yang baku, maka UU Ciptaker menjadi inkonstitusional secara permanen. 

Ilustrasi sidang Mahkamah Konstitusi (MK).
Photo :

  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarok

Ilustrasi sidang Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Denny, itulah ambiguitas yang pertama. Sebab, UU Ciptaker yang tegas-tegas dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945, masih diberi ruang untuk berlaku selama 2 tahun, di antaranya karena sudah banyak diterbitkan aturan pelaksanaan dan telah pula diimplementasikan. 

“Seharusnya, agar tidak ambigu, MK tegas saja membatalkan UU Ciptaker, dan kalaupun ingin memberi ruang perbaikan, itu tidak dapat dijadikan alasan untuk suatu UU yang dinyatakan melanggar konstitusi untuk tetap berlaku,” kata Senior Partner INTEGRITY Law Firm tersebut.



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *