Jumat, 26 November 2021 – 15:08 WIB

VIVA – Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai kubu KLB Demokrat Deli Serdang yang dimotori oleh Kepala Staf Presiden Moeldoko tengah putus asa setelah permohonan mereka di PTUN Jakarta. Keputusasaan kubu Moeldoko, menurut kubu AHY, dapat dilihat dari pernyataan kubu Moeldoko yang mebawa-bawa Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dalam permasalahan itu.

Juru bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, meminta Panglima TNI Jenderal Andika mengonfirmasi kabar adanya senior TNI yang memberi peringatan kepada AHY soal Moeldoko. Menurut Demokrat kubu AHY, pernyataan itu adalah langkah putus asa.

“Gerombolan KLB (Kongres Luar Biasa) ilegal pendukung begal partai KSP Moeldoko setelah gagal total di Kemenkumham dan pengadilan serta MA, kini tampak makin putus asa. Sekarang malah bawa-bawa Panglima TNI dan menuduh petinggi TNI aktif terlibat politik,” kata Kepala Bakomstra Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, Jumat, 26 November 2021.

Menurut Herzaky, apa yang diungkapkan Rahmad merupakan tuduhan yang serius. Dia menyarankan sebaiknya Rahmad meminta maaf kepasa Panglima TNI Jenderal Andika.

“Ini tuduhan sangat serius yang dilancarkan Rahmad juru bicara gerombolan KLB Ilegal. Sebaiknya segera minta maaf, karena Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sudah tegas-tegas menyatakan profesionalitas dan netralitas TNI,” kata Herzaky.

Kepala Badan Komunikasi dan Strategi Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra

Kepala Badan Komunikasi dan Strategi Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra

Rahmad, menurutnya, tidak pantas mengungkapkan pernyataan itu karena bisa menimbulkan fitnah terhadap institusi TNI. “Institusi TNI selama ini selalu terjaga netralitasnya. Keterlaluan sekali Rahmad ini menuduh-nuduh Panglima TNI dan institusi TNI,” ujarnya.



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *