Jumat, 26 November 2021 – 13:09 WIB

VIVA – Indonesia diyakini memiliki potensi cadangan minyak dan gas bumi (migas) menjanjikan. Sehingga, butuh keberpihakan dalam menemukan cadangan tersebut dengan berbagai instrumen yang sudah disediakan oleh pemerintah.

Sekretaris Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto, menegaskan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan penurunan produksi migas atau bahkan meningkatkan produksi adalah dengan menerapkan Enhanced Oil Recovery (EOR). 

Menurut dia, berbagai hal pendukung yang dibutuhkan pelaku usaha terapkan EOR sudah disediakan oleh pemerintah. Sementara dari sisi teknologi juga sudah tersedia sehingga tersisa hanyalah keinginan mengimplementasikannya.

Baca juga: Mencekam, Insiden Batik Air Rute Jakarta-Padang Beredar di Medsos

“Langsung diterapkan (EOR) teken kontrak dengan vendornya (mitra) apalagi ini konsepnya ‘No Cure No Pay‘ dicontoh saja kontrak yang ada, simple kalau sudah ada contoh real yang sudah berhasil,” kata Djoko, dalam keteranganya dikutip Jumat 26 November 2021.

Diketahui, Pemerintah telah memetakan 34 lapangan migas menjadi kandidat lokasi proyek EOR. Proyek EOR merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengejar target produksi minyak 1 juta barel per hari (bph) pada 2030. 

Adapun ke-34 kandidat lapangan tersebut adalah Rantau, Bangko, Bekasap, Kulim, Balam South, Petani, Pematang, Zamrud, Beruk, Pedada, Pusak, Sago, Limau Q51, Ramba, Belida, Melibur, Gemah, Makmur, Jirak, Kaji, Semoga, Iliran High, Rama, Krisna, Widuri, E-main, Zulu, MQ, Jatibarang, Mudi, Sukowati, Tanjung, Handil dan Gundih.



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *