Jumat, 26 November 2021 – 15:02 WIB

VIVA – Insomnia membuat kita menjadi kurang mendapatkan tidur yang cukup, dan dapat mengganggu tatanan metabolisme. Kurang tidur melepaskan hormon stres seperti kortisol, yang dapat menyebabkan resistensi insulin dan karenanya mengakibatkan peningkatan gula darah. 

Hormon stres ini dapat meningkatkan keinginan untuk makanan dan minuman tinggi karbohidrat dan gula, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan dan menimbulkan diabetes tipe 2, demikian dikutip dari laman Times of India.

Tidak hanya itu, kurang tidur juga mengurangi hormon leptin, yang meningkatkan keinginan tubuh akan karbohidrat. Leptin juga bertanggung jawab untuk mengontrol metabolisme karbohidrat.

Jadi, jika menderita sulit tidur, Anda perlu menecek kadar gula. Sesuai The American Academy of Sleep Medicine dan Sleep Research Society, minimal tujuh jam tidur per malam penting untuk tetap sehat dan bugar. Merasa lelah di siang hari adalah tanda utama kurang tidur.

Diabetes

Berikut adalah lebih banyak gejala sulit tidur

– Berpikir lambat dan kurang perhatian
– Kelelahan dan kekurangan energi
– Memori lemah, perubahan suasana hati
– Merasa cemas, stres dan mudah tersinggung



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *