Jumat, 26 November 2021 – 16:58 WIB

VIVA – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan mengungkapkan, aset negara kini mengalami kenaikan lagi. Dari pendataan yang dilakukan pada 2020 lalu, total aset negara secara keseluruhan mencapai Rp11.098,67 triliun.

Direktur Barang Milik Negara (BMN) DJKN Encep Sudarwan mengatakan, total aset negara tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kewajiban negara yang sebesar Rp6.625,48 triliun. Nilai BMN sendiri mencapai Rp6.585 triliun.

“Sekarang aset kita Rp11.000 triliun, Rp6000 triliun BMN berupa bangunan dan sebagainya. Karena nilai tinggi dia menentukan opini,” kata dia dalam diskusi virtual, Jumat, 26 November 2021.

Selain nilai aset yang tinggi, Encep menegaskan, mayoritas bentuknya adalah aset tetap senilai Rp5.976,01 triliun. Dari aset tetap ini, negara paling banyak memiliki dalam bentuk tanah sebesar Rp4539,89 triliun.

“Ada aset lancar, ada investasi, kalau di akuntasi ada uang kas ada investasi yang dipisahkan di BUMN. Aset tetap itu tanah, bangunan, jembatan, paling besar itu tanah,” tuturnya.

Baca juga: Gandeng BNI, Gibran Genjot Transaksi Cashless di Pasar Tradisional

Dengan besaran aset ini, Encep memastikan bahwa Pemerintah tidak akan membiarkannya menjadi aset idle semata melainkan akan terus dioptimalkan. Supaya aset-aset itu bekerja keras sebagaimana perintah Menteri Keuangan Sri Mulyani.



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *