Jumat, 26 November 2021 – 08:50 WIB

VIVA – Sebanyak 21 orang oknum anggota organisasi masyarakat Pemuda Pancasila yang dicokok dalam demo ricuh di kawasan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat diduga kuat sengaja membekali diri dengan senjata tajam (sajam) saat hadir ke lokasi demo. 

“Senjata-senjata ini dibawa dari rumah. Dia tahu mau demo, dia bekali senjata ini,” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan, Jumat 26 November 2021.

Kombes Ade mengatakan, pihaknya tengah mendalami apakah ada perintah dari seseorang kepada mereka untuk membawa sajam dalam aksi yang digelar Kamis 25 November 2021 kemarin itu. 21 orang tersebut sejauh ini 15 orang telah jadi tersangka. Kebanyakan dari mereka berdasar Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang disita statusnya masih mahasiswa. Enam lainnya belum ditentukan nasibnya.

“Kami perlu pengujian ke atas apakah ini diperintahkan untuk membawa senjata tajam atau memang inisiatif dari masing-masing perseorangan,” katanya.

Ormas Pemuda Pancasila geruduk DPR tuntut Junimart Girsang minta maaf.

Ormas Pemuda Pancasila geruduk DPR tuntut Junimart Girsang minta maaf.

Sebelumnya diberitakan, seorang anggota kepolisian diduga jadi korban pemukulan oknum anggota organisasi masyarakat Pemuda Pancasila. Anggota polisi itu dipukul saat mengawal aksi PP menggeruduk Gedung Dewan Perwakilan Rakyat RI.

“Benar (ada anggota polisi dipukul),” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Kamis 25 November 2021.



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *