TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA  РKapolres Jayapura Kota Kombes Pol Gustav Urbinas memastikan melarang ada demonstrasi di masa pandemi covid-19.

Larangan ini mengugurkan wacana Koalisi Rakyat Papua untuk menduduki kantor Gubernur Papua menuntut Sekda Papua Dance Flassy meletakkan jabatannya.

“Kami sudah menerima surat ijin keramaian dari pihak Koalisi Rakyat Papua, namun kami menolak ijin tersebut,” kata Urbinas kepada Tribun-Papua.com, Sabtu (26/6/2021) melalui gawainya.

Dikatakan, pihaknya telah mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP), dan pihaknya sudah membalasnya.

“Kami sudah keluarkan STTP dengan penjelasan tidak merekomendasikan aksi unjuk rasa tersebut,” ujarnya.

Baca juga: Kemendagri Tunjuk Dance Yulian Sebagai Plh Gubernur Papua, Besok Koalisi Rakyat Papua Demo

Ia menegaskan akan membubarkan secara paksa apabila tetap melakukan aksi tersebut.

“Sudah jelas, ada surat pemberitahuan penolakan aksi, apabila memaksakan diri, kami bubarkan,” tegasnya.

(Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara)
UNJUK RASA - Sekelompok massa pendukung Gubernur Lukas Enembe, menduduki kantor DPD Partai Demokrat Papua di bilangan Kotaraja, Kota Jayapura, Jumat (25/6/2021) siang. Mereka menolak penunjukan Sekda Provinsi Papua Dance Yulian Flassy sebagai Plh Gubernur oleh Menteri Dalam Negeri
(Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara) UNJUK RASA – Sekelompok massa pendukung Gubernur Lukas Enembe, menduduki kantor DPD Partai Demokrat Papua di bilangan Kotaraja, Kota Jayapura, Jumat (25/6/2021) siang. Mereka menolak penunjukan Sekda Provinsi Papua Dance Yulian Flassy sebagai Plh Gubernur oleh Menteri Dalam Negeri ()

Kata dia, perintah pembubaran apabila ada titik kumpul masa sudah disampaikan di Polsek Jajaran.

“Kami akan bubarkan,” tegas Gustav kembali.

Untuk personil Polresta Jayapura Kota nantinya akan diperkuatan dari Polda dan Kodam XVII/Cenderawasih.





Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *