Laporan Wartawan Tribunnews, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mempercepat program gasifikasi sebagai inisiatif strategis menyambut transisi energi melalui sinergi Subholding Pertamina dalam peningkatan utilisasi Liquefied Natural Gas (LNG) domestik.

Upaya tersebut diwujudkan dengan kerjasama antara PT Perusahaan Gas Negara (Persero) atau PGN sebagai Subholding Gas dan PT Pertamina International Shipping (PIS) sebagai Subholding Shipping dan Integrated Marine Logistic untuk optimasi pengelolaan dan penyediaan Liquified Natural Gas (LNG) nasional.

Kerjasama mencakup dua hal, pertama penyediaan LNG carrier (kapal LNG) oleh PIS dan sarana pendukungnya untuk memenuhi kebutuhan proyek serta kegiatan trading LNG PGN.

Kedua, penyediaan LNG dan fasilitas bunkering oleh PGN guna konversi kapal-kapal PIS yang menggunakan BBM menjadi bahan bakar berbasis LNG.

Pilot project ditargetkan pada 5 (lima) kapal support vessel (new built) milik PIS.

Baca juga: Arcandra Tahar: PGN Bisa Optimalkan Kebutuhan LNG Dunia yang Terus Meningkat

Kolaborasi ini selain berimplikasi secara bisnis, juga pada penerapan komitmen Environmental, Social & Governance (ESG) di grup Pertamina dalam rangka mengurangi emisi karbon (dekarbonisasi).

Baca juga: Pertamina Power Indonesia Bukukan Laba USD14 Juta di 2020

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan kerjasama internal ini menjadi captive market dan akan membawa hal positif bagi PGN dan PIS.

“Sinergi diperlukan karena kedepan, PGN akan berperan penting dalam transisi energi di Indonesia khususnya dalam green energi yang memerlukan resources sangat besar dan tidak bisa dikerjakan sendiri,” ujar Nicke dalam keterangannya, (26/6/2021).

“Bagi PIS, penyediaan LNG dan fasilitas LNG bunkering untuk mendukung PIS dalam mengoperasikan eco-green vessel yang sejalan dengan penerapan global standart IMO 2020,” sambungnya.

Dia mengatakan, kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan tidak menghambat PGN untuk membangun pipa ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya Indonesia bagian Tengah dan bagian Timur dengan skema virtual pipeline.

“Virtual pipeline yang akan disinergikan dengan LNG vessel milik PIS ini sama halnya dengan transmission gas pipeline, yang akan menghasilkan captive market sehingga PGN dapat mengembangkan bisnis distribusi gas di seluruh pulau-pulau di Indonesia,” kata dia.





Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *