TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan lonjakan kasus Covid-19 masih terjadi.

Bahkan angka kasus positif hari ini, Sabtu (26/6/2021) menembus 9.271 orang alias yang tertinggi selama pandemi melanda Ibu Kota, pada Maret 2020 silam.

Kondisi ini secara langsung berpengaruh pada okupansi tempat tidur di setiap rumah sakit (RS) untuk perawatan pasien Covid-19.

Sehingga Pemprov mengingatkan bahwa ada kriteria prioritas pasien yang perlu di rawat di RS.

Kriteria prioritas itu mencakup pasien yang bergejala sedang, berat hingga kritis.

“Perlu diketahui masyarakat bahwa tidak semua penderita Covid-19 harus dirawat di RS. Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan kriteria prioritas pasien yang bisa dirawat di RS, yakni utamanya yang bergejala sedang, berat, dan kritis,” terang Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti dalam keterangannya, Sabtu.

Baca juga: MUI Sarankan Pemakaman Massal Bagi Jenazah Korban Covid-19 di Jakarta

Sedangkan pasien positif Covid-19 yang bergejala ringan seperti batuk, pilek, sakit kepala, radang tenggorokan, dan tidak sesak napas maupun tanpa gejala, dapat melakukan isolasi mandiri di rumah atau fasilitas isolasi terkendali yang disediakan Pemprov DKI.

“Untuk yang bergejala ringan, seperti batuk, pilek, sakit kepala, radang tenggorokan, tidak sesak napas, maupun yang tanpa gejala, bisa menjalani isolasi mandiri saja di rumah atau fasilitas isolasi terkendali,” jelas dia.

Sejumlah kriteria prioritas pasien yang perlu mendapat perawatan di RS antara lain jika saturasi oksigennya di bawah 95 persen, alami sesak napas, sulit atau tidak bisa berbicara, penurunan kesadaran, memiliki komorbid alias penyakit penyerta, dan bergejala sedang dengan pneumonia.

Pasien yang memiliki gejala tersebut masuk dalam prioritas penanganan untuk dirawat di RS rujukan Covid-19.





Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *