Pada tahun 2012, kisah pelarian John McAfee tampaknya berakhir sudah.

Sempat buron di Belize, dia ditangkap di Guatemala setelah tetangganya ditemukan tewas. Polisi menyebut dia sebagai “orang incaran” atas kasus itu.

Namun, seperti banyak situasi yang dihadapi dalam hidupnya, McAfee entah bagaimana bisa melenggang bebas.

Namanya melambung ke puncak ketenaran pada tahun 1980an setelah meluncurkan perusahaan pembuat anti-virus komputer. Dia menamai produknya itu, McAfee.

Usahanya itu langsung mendatangkan uang yang melimpah. Namun dengan cepat pula dia menghabiskannya.

Pada 2008, dia pindah ke Belize, tinggal bertetangga dengan seorang pria bernama Gregory Faull.

Empat tahun kemudian, tepatnya di bulan November, Faull dibunuh di rumahnya.

“Selama bertahun-tahun tinggal di sana, mungkin saya cuma melontarkan 15 kata kepada dia,” kata McAfee kepada Leo Kelion dari BBC.

 

Gregory Faull

Reuters
Gregory Faull ditemukan tewas di rumahnya di Belize.

 

Hubungan dua tetangga itu tidak harmonis setelah kematian anjing-anjing McAfee, yang dia yakin betul karena diracun.

“Tak perlu didebatkan lagi,” katanya kepada BBC News.

“Yah, dia marah dengan anjing-anjing saya.”

“Mungkin saja, begitu saya mulai berpikir, dia yang meracuni mereka.

“Saat itu, saya tentu saja tidak percaya akan hal tersebut.”

 

Ditangkap lalu bebas

 

Ternyata, seperti yang akhirnya diungkapkan ABC News, Faull sempat mengeluh atas anjing-anjing peliharaan McAfee karena pernah menyerang seorang turis.

Saat polisi datang untuk memeriksa kasus itu, McAfee sudah kabur.

Ketika itu dia tinggal bersama pacarnya yang berusia 17 tahun dan polisi menemukan banyak senjata di rumahnya.



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *