VIVA – Hamparan luas Kebun Teh Sikatok terlihat jelas dari jalan raya Tambi. Menghijau subur tumbuh berlatar Gunung Sindoro. Kebun seluas sekitar 80 hektar itu juga bisa terlihat dari seberang jalan, di sebelahnya terdapat perbukitan.

Pada kaki-kaki perbukitan itu, kebun teh juga merayap meninggi. Dan tak jauh dari bukit itu terdapat Gunung Kendil, tingginya sekitar 1.800 MDPL.

Tiba di area parkir, tepat berada di pinggir jalan, kami langsung menuju ke pintu masuk jembatan wisata. Kami merogoh kantong untuk mengeluarkan Rp 8.000,- sebagai syarat masuk ke wisata yang sedang populer enam bulan belakangan ini.

Untungnya kami ke sana pada hari biasa, jika akhir pekan, wisatawan berkerumun dan mengantre menikmati keindahan alam yang menakjubkan itu. “Hari libur seperti pekan lalu, bisa mencapai lima ribu pengunjung, Mas,” kata Mas Rotib, salah satu tim pengelola objek wisata kepada kami, Rabu, 23 Juni 2021.

Berjalan kira-kira 300 meter ke perkebunan, jembatan bambu melingkar yang saling terhubung menjadi ‘ikon wisata’ yang dikelola oleh warga setempat.

Terlihat para pengunjung berjalan di atas, berkeliling menikmati udara sejuk, memberikan ketenangan batin, dan guratan wajah mereka memberikan pesan keramahan dan kebahagiaan. Tentu saja tidak lupa untuk mengabadikan dokumen perjalanan, mereka berfoto keren berlatar permadani hijau kebun teh.

Keriuhan musin organ tunggal koplo yang disediakan panitia semakin menambah euforia para wisatawan. Beberapa di antara mereka naik ke pentas dan mendonasikan suara emasnya.

Panitia juga mempersilakan untuk me-request lagu kepada para hadirin di sana. Cocok juga bagi yang sedang galau mengekekspresikan hatinya melalui nada dan lirik indah di objek wisata kebun teh tersebut. Pengelola tampaknya paham betul bagaimana memanjakan wisatawan, mereka juga menyediakan permainan anak-anak, seperti trampolin, dan permainan lainnya.



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *