TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Global Association of Mixed Martial Arts (GAMMA) berkolaborasi dengan Sandro Academy Indonesia telah menggelar pelatihan sekaligus peningkatan pengetahuan dan wawasan para calon wasit dan Juri MMA Amatir di Indonesia, yang berlangsung di Sandro Academy Kota Tangerang, Banten dan Budokan Graha Raharjo, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, (26-27/6/2021) lalu.

Ketua Panitia Pelaksana, Garth Pangemanan yang juga selaku Sekretaris Umum Sandro Academy mengaku jika kegiatan ini diikuti total 38 orang peserta yang berasal beberapa Provinsi, diantaranya Banten, Jawa Barat, Jawa tengah, DIY Yogyakarta, Riau, Kalimantan Utara, dengan ragam perwakilan disiplin beladiri seperti Judo, Ju-Jitsu, MMA, SAMBO, Karate, Hapkido, Taekwondo, dan Silat Kuntao.

GAMMA Indonesia dan Sandro Academy Indonesia tidak hanya berharap mampu melahirkan atau mencetak atlet MMA terbaik dan berprestasi, akan tetapi juga berkeinginan melahirkan wasit dan juri berlabel nasional bahkan internasional.

Hal tersebut seperti diungkapkan Technical Director GAMMA Indonesia, Subhan Prasandra, saat menutup penataran wasit dan Juri di Budokan Graha Raharjo, Jawa Barat pada hari Minggu tanggal 27 Juni 2021.

Dikatakan Subhan, pelatihan wasit juri GAMMA Indonesia telah selesai dilaksanakan, dan telah menghasilkan wajah-wajah wasit juri yang berkualitas, penuh semangat dan idealis.

Program bidang teknik Perwasitan GAMMA Indonesia adalah menjaga dan meningkatkan prestasi cabang olahraga MMA Amatir di Indonesia. Strategi yang diambil salah satunya dengan memperbanyak jumlah pertandingan, dan tidak kurang 4 pertandingan nasional akan digelar setiap tahunnya mulai tahun 2022 mendatang.

Oleh karenanya, dengan berkolaborasi dengan Sandro Academy, GAMMA Indonesia langsung mengambil langkah cepat dengan menggelar kegiatan pelatihan Wasit dan Juri MMA Amatir di dua lokasi provinsi berbeda dengan waktu selisih 1 hari pelaksanaan, yakni di Sandro Academy Kota Tangerang, Provinsi Banten dan Budokan Graha Raharjo, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, untuk mendukung program tersebut, sangat diperlukan wasit juri dalam jumlah cukup dan kemampuan yang memadai. Sebab ke depan, kata Subhan, prestasi olahraga MMA Amatir sangat bergantung terhadap eksistensi lembaga wasit juri.

“Sebagai insan olahraga beladiri kita merasa malu bila tidak mampu memberikan materi. Berikanlah apa yang kita mampu, dan pengorbanan waktu tenaga dan pikiran wasit juri sangatlah membantu,” tutur Subhan.

Sementara itu Ketua Bidang Perwasitan GAMMA Indonesia Joshua Hamilton mengatakan atlet itu terlatih sportif. Kalau kalah dan keputusannya dikalahkan, hal itu merupakan hal yang biasa. Namun bila menang dan dikalahkan itu hal yang tidak adil.

Lebih lanjut ia mengatakan sedangkan bagi atlet yang kalah tapi dimenangkan, maka dia akan merasa terbebani perasaan bersalah meskipun bukan salah dia. Ini artinya telah membuang bakat dan perjuangan orang lain.

“Kami yakin melihat kualitas wasit juri baru ini masa depan prestasi cabang olahraga MMA Amatir di Indonesia akan semakin meningkat. Kami mohon lulusan pelatihan wasit dan juri dapat membimbing wasit juri baru di daerahnya agar mampu beradaptasi dengan wasit juri senior dan segera menguasai gelanggang,” ujar Joshua Hamilton yang menjadi nara sumber kegiatan pelatihan wasit dan juri ini.

Sementara itu Garth Pangemanan mewakili Sandro Academy Indonesia menyatakan rasa bangga kepada seluruh panitia dan seluruh peserta atas terselenggaranya kegiatan pelatihan ini dan juga kiprah GAMMA Indonesia yang telah bersiap dengan berbagai event yang akan dilaksanakan dalam rangka mensosialisasikan program GAMMA dan MMA Amatir di Tanah Air.

“Untuk GAMMA Indonesia kami berpesan agar dapat mensupport mendukung dan memotivasi serta melakukan pembinaan terhadap pembangunan GAMMA Gym yang akan diresmikan di beberapa provinsi untuk bisa mencetak atlet atlet yang berprestasi,” ucapnya.





Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *