JAKARTAJerinx kembali bersuara terkait endorse Covid-19 yang melibatkan para artis pemilik media sosial centang biru. Setelah menyenggol Bunga Citra Lestari, Najwa Shihab, dan beberapa publik figur lain, kali ini Jerinx tampak menyindir pasangan suami istri Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Dalam unggahannya, terlihat Raffi dan Nagita tengah mempromosikan alat swab Antigen. Menurut pasangan tersebut, alat swab yang mereka promosikan cukup lembut, nyaman untuk digunakan, dan memiliki tingkat akurasi cukup tinggi untuk mendeteksi Covid-19.

Baca Juga:

Jerinx Bahas Endorse Covid-19, Oki Rengga Tagih Bukti

Jerinx Umbar Adegan Mesra di Ranjang, Bikin Resah Para Jomblo

Jerinx SID

Melihat unggahan tersebut, Jerinx yang mengaku mengidolakan pasangan ini tampaknya semakin meyakini bahwa Covid-19 hanyalah konspirasi. Bahkan, ia pun meyakini bahwa orang tua Rafathar tersebut menerima endorse Covid-19 gratisan lantaran bayarannya tidak sesuai dengan jumlah kekayaan mereka.

“Mas & Mbak di video ini bukannya KAYA RAYA BANGET ya? — sorry sorry ternyata gw halu,” tulis Jerinx pada keterangan video.

“Gak mungkinlah ya pasangan kaya ini mau nerima endorse c19 yg nilai kontraknya cuma puluhan juta. Duit segitu mah kagak ada artinya bagi pasangan idola gw ini. Gw yakin mereka ini melakukannya gratisan. #YangKayaRayaAjaMauApalagiYangKepepet #Endorsnesia,” sambungnya.

Terdapat pro dan kontra dalam unggahan Jerinx terkait Raffi dan Nagita yang disebut melakukan promosi Covid-19 lewat endorse alat swab antigen. Bahkan tak sedikit pula yang membela justru membela pasangan yang kini tengah menanti kelahiran anak kedua mereka.

“Situ sama istri kan di-endorse produk juga bli, klo pun lgi hype..yah pasti yang berkaitan dengan itu ikut naik juga. salah nya dimana ya? gini saja bli, datang ke jakarta. masuk ke wisma atlit. tinggal didalam dan jadi relawan nakes. ngg usah pake APD. itu pembuktian bli soal covid,” tulis Great_frans.

(aln)



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *