Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menanggapi kebijakan Pemerintah Hong Kong yang melarang penerbangan dari Indonesia masuk ke negaranya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, penutupan penerbangan dari Indonesia ke Hong Kong dinilai merupakan hal wajar.

“Setiap negara memiliki hal dan langkah antisipasi yang berbeda dalam melindungi warganya dari kasus penyebaran Covid-19, dengan menutup penerbangan dari dan ke negara lain,” kata Novie dalam keterangannya, Minggu (27/6/2021).

Ia menjelaskan, kebijakan dari Pemerintah Hong Kong tetap harus dihormati dan disikapi dengan bijak di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Kemenhub Gelar Doa Bersama

Baca juga: Mulai 2 Juli 2021, Garuda Indonesia Hanya Melayani Rute Penerbangan ke Australia Melalui Sydney

“Langkah tersebut juga pernah dilakukan oleh Indonesia, untuk melindungi masyarakat dari masuknya warga negara asing yang negaranya sedang mengalami wabah,” ujar Novie.

Sebelumnya, Pemerintah Hong Kong melarang sementara penerbangan penumpang yang dilayani Garuda Indonesia menuju Hong Kong. Larangan tersebut berlaku sejak 22 Juni hingga 5 Juli 2021.

Ilustrasi Bandara Hong Kong
Ilustrasi Bandara Hong Kong (Hongkongairport.com)

Selain itu, Pemerintah Hong Kong juga melarang semua penerbangan dari Indonesia sejak 25 Juni 2021. Hong Kong menilai penerbangan penumpang dari Indonesia berisiko sangat tinggi untuk menyebarkan Covid-19.

Larangan penerbangan sementara itu dilakukan setelah jumlah kasus Covid-19 yang diimpor dari Indonesia melewati ambang batas. Sebelumnya Hong Kong telah melarang kedatangan dari India, Nepal, Pakistan, dan Filipina.





Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *