TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR, Nusron Wahid mengatakan, integrasi ekosistem usaha melalui pembentukan holding BUMN Ultra Mikro (UMi) memiliki manfaat yang luar biasa besar bagi masyarakat, dan melindungi mereka dari rentenir.

Tak hanya itu, integrasi ekosistem ini dapat mempercepat pelaku usaha UMi naik kelas, yang sebelumnya unbankable menjadi bankable.

“Holding BUMN UMi ini untuk kepentingan masyarakat luas. Karena dapat mempercepat proses pembiayaan pelaku usaha ultra mikro,” ucap Nusron dalam keterangannya, Minggu (26/6/2021).

“Supaya semua ter-cover pembiayaan (lembaga keuangan formal), dan bermigrasi dari rentenir,” sambungnya.

Baca juga: Pertamina Targetkan 10 Ribu Outlet Pertashop, Tugu Insurance Siap Berikan Perlindungan Aset

Langkah strategis pemerintah melalui Holding UMi ini untuk mendukung keberlangsungan dan pertumbuhan usaha masyarakat kecil.

Sebelumnya pemerintah melalui Kementerian BUMN mengambil langkah holding tiga BUMN yang selama ini fokus pada pemberdayaan UMKM.

Holding tersebut melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

BRI telah mempublikasikan keterbukaan informasi melalui otoritas bursa, bahwa Perseroan akan menjadi perusahaan induk holding BUMN sektor UMi yang diawali dengan pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMED).

Baca juga: Erick Thohir: BUMN yang Sudah Siap Berkompetisi dengan Asing dan Swasta Masih di Bawah 50 Persen

Menurutnya, saat ini ada sekitar 40 juta pelaku usaha UMi di Indonesia.

Di segmen pelaku usaha tersebut, diperkirakan kapitalisasi bisnis perhari di kisaran Rp1 juta hingga Rp2 juta dan sulit tersentuh layanan produk keuangan formal.

Dia pun menyebut yang terlayani oleh lembaga keuangan formal itu hanya sekitar 8 juta unit usaha UMi atau sekitar 20 persen saja.

Nusron khawatir sisanya dilayani oleh praktik layanan jasa keuangan rentenir dengan bunga tinggi yang meresahkan masyarakat.

Baca juga: Ketua DPD RI Minta BUMN yang Sudah Tak Beroperasi Segera Dibubarkan

Oleh karena itu, menurutnya dengan konsolidasi tiga BUMN dalam satu sektor lembaga keuangan di bawah BRI yang fokus ke mikro, akan terjadi backup dana.

Dengan holding BRI dapat dengan mudah menempatkan dana di PNM dan Pegadaian. Sehingga, ekspansi pembiayaan Pegadaian dan PNM menjadi lebih ‘lincah’, efisien dan murah.

“Kalau ada pihak yang menolak holding UMi ini adalah antek-anteknya rentenir. Langkah ini, adalah  terobosan untuk mencapai target pemerintah meningkatkan akses keuangan dari yang hanya 20% di segmen usaha UMi,” pungkasnya.





Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *