TRIBUNNEWS.COM, LEBAK – Jumlah anak-anak di Kabupaten Lebak yang terpapar virus Covid-19 mencapai 479 orang.

Mereka terpapar dari klaster keluarga.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, Oman, meminta Pemkab Lebak menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). 

“Angka kasus Covid-19 melonjak,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (26/6/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 pada Anak Naik, Kemenkes Kaji Vaksin Sinovac dan Pfizer untuk Vaksinasi Anak

Baca juga: 1.112 Anak di DKI Positif Covid-19 pada Kamis Kemarin, Ini Imbauan untuk Orang Tua

Menurut dia, pembelajaran tatap muka adalah keputusan sulit yang diambil Pemkab Lebak.

Apalagi tercatat 3.086 pelajar di Kabupaten Lebak putus sekolah dan memilih menikah.

“Memang kondisi seperti sekarang, suka atau tidak suka kita harus membuat formulasi yang tepat untuk pembelajaran agar tetap berjalan walaupun dengan berbagai cara,” ucapnya.

Oman juga meminta Pemkab Lebak untuk menangani anak-anak yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: RSUD Kramat Jati Kekurangan Tabung Oksigen dan Butuh Relawan Tenaga Medis 

Baca juga: Larangan Ziarah Kubur di Jaktim Berlaku Hingga 5 Juli 2021

Dia juga meminta orang tua yang bekerja di luar rumah untuk mematuhi protokol kesehatan.

Hal itu sebagai mengantisipasi agar anak yang ada di rumah tidak tertular Covid-19.

“Anak perlu mendapatkan sosialisasi dan pemahaman yang lebih jauh mengenai Covid-19. Itu peran orang tua,” katanya.

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul 479 Anak di Lebak Terpapar Virus Corona, Lembaga Perlindungan Minta Pemkab Tunda Belajar Tatap Muka





Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *